Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pertanian

Peran Analisis Spasial pada Geografi Tanah di Bidang Pertanian

Analisis spasial dalam ilmu geografi tanah memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan dan produktivitas pertanian. Beberapa penerapan analisis spasial dalam ilmu geografi tanah di bidang pertanian melibatkan penggunaan teknologi geospasial dan sistem informasi geografis (SIG) untuk memahami distribusi spasial sifat-sifat tanah dan merencanakan kegiatan pertanian. Berikut adalah beberapa penerapan analisis spasial dalam konteks geografi tanah di pertanian: 1) Pemetaan Kesesuaian Lahan:   Identifikasi dan pemetaan lahan yang paling cocok untuk berbagai jenis tanaman berdasarkan sifat-sifat tanah, iklim, dan faktor lainnya. Ini membantu dalam perencanaan tanaman yang optimal di berbagai area pertanian. 2) Zonasi Agroekologi:   Zonasi lahan berdasarkan faktor-faktor ekologis seperti jenis tanah, iklim, dan topografi untuk membantu petani mengelola sumber daya secara berkelanjutan dan meminimalkan dampak lingkungan. 3) Pemantauan Kesehatan Tanah Analisis spasial digunaka...

10 Negara dan Penulis TOP dalam bidang DEEP LEARNING di Sektor Pertanian

    Berdasarkan jurnal yang berasal dari Kampus India, diketahui bahwa DEEP LEARNING berperan penting secara signifikan di berbagai bidang. Computer Vision merupakan bidang dimana DEEP LEARNING telah berkembang sangat banyak, dan masih menuai perhatian. CNN merupakan Deep Architecture yang secara spesifik menerapkan klasifikasi citra dan deteksi objek di Computer Vision. Klasifikais Citra telah sukses diterapkan di sektor Pertanian. Menggunakan DEEP LEARNING, berbagai permasalahan pertanian dapat ditunjukkan dan diselesaikan. Jurnal dalam sumber mengulas berbagai karya yang teliti dalam bidang DEEP LEARNING dan Pertanian. Berbagai masalah pertanian disorot, yang mana model DEEP LEARNING dipergunakan untuk pemecahan masalah. Setidaknya tulisan berguna sebagai gambaran umum dan mengetahui teknik-teknik DEEP LEARNING yang digunakan di bidang Pertanian.    Tabel 1. 10 Negara yang disebut menggunakan DEEP LEARNING dan Pertanian Negara ...

PERTANIAN PRESISI MEMBUTUHKAN GENERASI MILENIAL

 (oleh: Hendy Fitriandoyo, SP / Fungsional Perencana Madya, Biro Perencanaan – Kementerian Pertanian) / (Ditulis ulang dari SinarTani edisi 18-24 Januari 2023 No.3975 Tahun LIII) Di tengah tantangan pangan global, Indonesia memiliki landasan yang baik sehingga sector pertanian menunjukkan resiliensinya dan juga selama pandemic berhasil menjadi buffer. Meskipun swasembada beras telah dicapai tentunya masih dihadapkan oleh berbagai tantangan, baik dari sisi   hulu sampai hilir, yang sesungguhnya belum mencapai potensinya secara maksimal. Dalam kondisi perubahan, sektor pertanian seperti yang terjadi saat ini, inovasi merupakan strategi utama utuk mencapai pertumbuhan ekonomi, aspek sosial dan kelestarian lingkungan. Pada perkembangan terakhir, konsep dan metode Pertanian Presisi (Precision Agriculture) mulai banyak diwacanakan dan dikembangkan di berbagai belahan dunia. Seperti diketahui, dalam pengembangan Pertanian Presisi membutuhkan SDM yang   menguasai teknologi,...

Pertanian Presisi dan SIG

Apa itu Pertanian presisi? Secara prinsip, pertanian tersebut mempertimbangkan hasil dari optimalisasi pengolahan data dan informasi dari berbagai input data maupun teknologi, yang mana juga memasukkan input guna menghargai lingkungan. Dalam mencapai pertanian presisi dapat dipergunakan teknologi-teknologi canggih untuk memperkaya input, seperti foto udara, citra satelit, hasil perekaman drone atau sensor, bahkan kecerdasan buatan. Namun, walaupun terlihat rumit dari sisi pengolahan data, disederhanakan hasilnya untuk keperluan petani.   Menariknya, sepertinya bisa dikembangkan lebih jauh dengan bantuan Sistem Informasi Geografi (SIG) tetapi memerlukan data-data yang lebih banyak dan tentu saja, akurat. Data tersebut sebagai berikut.   1.    Data cuaca setempat & iklim (suhu, curah hujan, arah angin/windrose, dsb, kelembaban) 2.    Data kondisi tanah 3.    Data sumber air untuk pengairan/irigasi 4.    Data potensi...

PERTANIAN DAN KECERDASAN BUATAN

Oleh: LHR Kautsar Alumni Magister Geografi, Universitas Indonesia BBSDLP (Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian), Kementerian Pertanian   Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin signifikan. Namun, penggunaan AI dalam sektor pertanian masih 8%. Padahal peluang AI dalam sektor pertanian tidak sedikit, terutama untuk membantu produktivitas pertanian, yang mana nantinya akan berdampak terhadap kesejahteraan petani.             Pertanian memiliki tahapan mulai dari persiapan hingga pasca panen, tetapi yang paling krusial adalah pada masa-masa awal, yaitu persiapan lahan, pemeliharaan hingga hasil panen. Komoditas pertanian sangat banyak dengan berbagai varietas. Untuk mendapatkan hasil panen diperlukan ilmu pertanian yang presisi. Penyuluh dan petani kadangkala memiliki keterbatasan pengetahuan, serta dana. Salah satunya dalam tahap pemeliharaan, saat terkena hama maupun penyakit—diperlu...

Bagaimana China Mempergunakan Buah untuk Menghukum Taiwan: SUATU CATATAN GEOPOLITIK DAN GEOGRAFI PERTANIAN

Tulisan ini merupakan terjemahan bahasa Indonesia yang bersumber dari youtube Vox ( https://www.youtube.com/watch?v=eFdMUPTM_9Y )   Jadi, bagaimana buah yang tidak berdosa "tertangkap" di tengah-tengah semua hal ini? Hubungan yang rumit antara Cina dan Taiwan berlangsung dari tahun 1940-an. Pada masa itu, Cina ditengah-tengah perang sipil antara nasionalis dan komunis. Saat komunis menang, mereka mendirikan PRC (People's Republic of China) di pulau utama. Nasionalis melarikan diri ke Taiwan dan disebut Republic of China (RRC). Mereka mendeklarasikan dirinya penguasa Cina yang sah. Sebuah klaim yang kini hanya di pulau utama yang benar-benar ditegakkan. Taiwan tidaklah secara resmi dikenal sebagai sebuah negara yang mandiri. Namun telah berkembang menjadi negara demokrasi pemerintahannya sendiri, dengan konstitusi, legislatif dan presiden. Sejak perang sipil selesai, partai Kuumintang Taiwan (KMT) telah menjadi kekuatan pada sebagian besar waktu. Dan pada saat...

Belajar Memahami Pertanian dan Tata Ruang

Untuk memahami suatu regional, perlu mengetahui FAKTA mengenai regional tersebut baik secara fisik maupun sosial. Karena ada tersebar data dan informasi secara tak tersistem, kita perlu mengoprek ke sana dan ke sini, dan biasanya menemukan sesuai kerangka saja alias terbatas. Tentu, kalau tidak dibatasi bisa melebar kemana-mana informasi dan data yang diambil, sehingga kadang ada yang tidak dipergunakan. Untuk memahami pertanian secara komprehensif, perlu mengetahui dari hulu sampai hilir. Dari berbagai sumberdaya baik alam maupun manusia yang terkait. Oleh karenanya ilmu pertanian pun dipelajari juga dalam geografi. Geografi, ilmu mengenai keruangan yang melihat persamaan dan perbedaan ruang--lebih jauh, bagaimana geografi tak sekedar mencara fakta (data dan informasi), tetapi juga bersifat memecahkan masalah. Masalahnya, menganalisis bukanlah hal yang mudah. Sebab, kita seringkali dicekcoki oleh informasi atau data saja--sehingga kurang terlatih menganalisis menjadi suatu solusi baru...