Skip to main content

Posts

Bekerja itu (versi Raditya Dika)

Carilah sebuah hal yang rasanya menurut lo main-main tapi orang liat lo lagi kerja
Recent posts

MAKNA BERJIHAD

Mungkin dari kita seringkali mendengar kata "jihad" dan mempersepsikannya dengan BERPERANG di Jalan Allah? Setelah saya mengulik-ulik jihad itu sendiri dari beberapa sumber, ternyata termasuk jihad itu: 1. Untuk wanita yang terbaik jihadnya adalah HAJI 2. Menuntut ilmu 3. Jihad mengatakan kebenaran di hadapan penguasa zalim 4. Berbakti pada orangtua 5. Jihad melawan hawa nafsunya sendiri 6. Membantu janda dan orang-orang miskin

Bolehkah aku bercerita?

Berikut ini adalah investigasi/hasil pengamatan singkat. - Mekanisme RI dengan presiden periode 5 tahun kepemimpinan. Bias pada UUD 1945, dikarenakan visi-misi presiden berbeda setiap 5 periode tersebut, berakibat estafet kelanjutan pembangunan yang direncanakan sebelumnya seringkali tidak berlanjut. -  Keanehan ASN tidak boleh berpolitik, tetapi pimpinan dari kaderisasi politik, tidak hanya puncak piramida, tetapi juga kepala-kepala di jabatan tertentu. - Masih adanya gratifikasi. Entah bagaimana KPK siap memberantasnya (karena tangan-tangan KPK sendiri ada di Pusat saja, sementara luas wilayah administratif NKRI). - Persoalan data menjadi masalah klasik. Ego sektoral pun demikian. - Apa gunanya RTRW dan RZWP3K jika sekadar inventarisasi? Sementara lingkungan kita terus memburuk dengan adanya pembangunan dengan merubah vegetasi menjadi non-vegetasi. - Untuk masalah lingkungan, permasalahan DAS menjadi sangat krusial. Karena menjembatani berbagai wilayah administrasi dari hulu-hilir. B

Belajar Memahami Pertanian dan Tata Ruang

Untuk memahami suatu regional, perlu mengetahui FAKTA mengenai regional tersebut baik secara fisik maupun sosial. Karena ada tersebar data dan informasi secara tak tersistem, kita perlu mengoprek ke sana dan ke sini, dan biasanya menemukan sesuai kerangka saja alias terbatas. Tentu, kalau tidak dibatasi bisa melebar kemana-mana informasi dan data yang diambil, sehingga kadang ada yang tidak dipergunakan. Untuk memahami pertanian secara komprehensif, perlu mengetahui dari hulu sampai hilir. Dari berbagai sumberdaya baik alam maupun manusia yang terkait. Oleh karenanya ilmu pertanian pun dipelajari juga dalam geografi. Geografi, ilmu mengenai keruangan yang melihat persamaan dan perbedaan ruang--lebih jauh, bagaimana geografi tak sekedar mencara fakta (data dan informasi), tetapi juga bersifat memecahkan masalah. Masalahnya, menganalisis bukanlah hal yang mudah. Sebab, kita seringkali dicekcoki oleh informasi atau data saja--sehingga kurang terlatih menganalisis menjadi suatu solusi baru

Pertanianku, majulah

Indonesia Raya, merdeka, merdeka Hiduplah Indonesia Raya.... Sepenggal lagu Indonesia Raya, yang biasanya berkumandang saat apel pagi dari SD, SMP, SMA (kuliah tidak ada lagi, pas kerja pun juga sudah jarang kecuali kalau di pemerintahan). Tak terasa ini sudah hampir 2,5 bulan saya di Kementerian Pertanian. Visi misi yang luarbiasa sempat saya bangun, kala teman dekat saya menanyakan apa yang mau saya lakukan di sini. Saya percaya pertanian Indonesia akan MAJU, MANDIRI, MODERN. Sesuai misi Pak Menteri. 15 hari pertama di unit, saya rajin ke perpustakaan mengorek informasi, dan bertanya pada Kepala Peneliti, tetapi--kecewa saya dapatkan. Kecewa yang berarti saya tidak bisa banyak mengandalkan--untuk berdiskusi disini lebih individual--atau karena saya ini orang baru?  Disamping AK dan HKM yang ketat, iklim diskusi disini sebagai perpanjangan tangan atau estafet ilmu jarang adanya (mungkin disini perlu diadakan "Rebo diskusi"). Mengandalkan diri sendiri, berbekal buku karya-kar

Strategi Komunikasi Kampanye dengan Dana Minimal

( Penghematan Kampanye Besar-Besaran ) Oleh: Lady Hafidaty R. K. “Komunikasi bekerja bagi mereka yang mengusahakannya” (John Powel). Seperti yang kita ketahui bersama bahwa seringkali kampanye pemilihan para pemimpin di Indonesia diusahakan dengan media komunikasi melalui brosur, pamflet, spanduk, baliho, poster. Namun, media komunikasi tersebut memerlukan biaya pencetakan yang cukup besar, mengurangi estetika jalan, bahkan seringkali kurang efektif. Jika berbicara masalah biaya, maka kembali pada prinsip ilmu ekonomi yaitu efektif dan efisien. Efektif artinya dapat membawa hasil yang optimal; dan efisien artinya tepat, yakni tidak membuang waktu, tenaga dan biaya. Mari kita telaah secara spasial mengenai media komunikasi yang ada saat ini. Negara kepulauan Indonesia tersebar dari Sabang sampai Marauke (6 °LU-11°LS dan diantara 95°BT-141°BT) memiliki karakteristik geografi yang beranekaragam, sehingga masyarakat yang tinggal di dalamnya pun juga beranekaragam budaya dan memiliki bahasa

Hedonisme Akar dari Masalah Kota

Hedonisme Akar dari Masalah Kota Oleh: Lady Hafidaty R. K.   Urbanisasi merupakan faktor penyebab banyaknya penduduk yang kian bertambah di kota. Namun, percayakah Anda jika masalah urbanisasi di kota adalah dikarenakan faktor psikologis? Seperti yang kita ketahui, globalisasi membuat arus produk-produk luar negeri semakin banyak, terutama di kota, sebagai pusat peradaban. Orang yang tidak tahan dengan keinginannya sendiri akan barang-barang ini menjadi bersifat konsumerisme. Dalam bahasa agama, sifat ini disebut “nafsu”. Perubahan gaya hidup, akibat ingin memuaskan nafsu dan adanya kepercayaan bahwa “manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas”, disebabkan pergaulan yang mengarah pada “kalau lo gak punya gak gaul!” didukung promosi iklan ingin keuntungan berlipat ganda dari para produsen masing-masing barang hasil globalisasi itu sendiri. Urbanisasi disebabkan karena keinginan memenuhi kebutuhan berlebihan atau mencicipi kemewahan kota yang terlihat pada layar kaca. Prom