Halo, aku seorang peneliti yang memilih untuk pindah ke jabatan fungsional Perencana. Kenapa? Kupikir perencana ini sangat "sexy" dan strategis dalam pembangunan. Kenyataannya setelah aku mutasi ke tempat yang lebih powerful lagi, memang pekerjaan perencana menjadi suatu penentu, seperti tangan kedua pimpinan (meskipun masih di level dasar pun). Ya, keyakinan saya akan perencana memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan itu benar. Apabila sebagai peneliti, kita terbiasa menghasilkan pengetahuan: merumuskan masalah, melakukan riset, menemukan temuan, dan memberikan rekomendasi kepada stakeholder--yang ujung-ujungnya adalah menulis paper paper entah dibaca, dikutip atau tidak dibaca & tidak dikutip (yang dahulu aku sempat kecewa kenyatan pahitnya susah-susah menulis tapi tidak selalu dianggap disudut pandang stakeholder), maka Perencana memiliki tantangan yang berbeda karena dalam tubuh stakeholder itu sendiri. Ya, pemerintah, yang menjadi pemegang keputusan/d...
Dari Bab ke-17 Buku “Mengangkat Masalah Lingkungan ke Media Massa”/ penyunting: Atmakusumah, Maskun Iskandar, Warief Djajanto Basprie—Cet.I –Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1990. DAMPAK PENGENDALIAN PENCEMARAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI Oleh: Nabiel Makarim Sebagian kegiatan pembangunan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Antara lain, kegiatan produksi jenis-jenis industri tertentu dapat menimbulkan pencemaran. Untuk mengatasinya, banyak negara, seperti di Indonesia menganut paham “poluters must pay principle” atau sering disingkat menjadi P3. P3 berarti pihak yang memprakarsai kegiatan pembangunan bertanggung jawab untuk membiayai pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan semua dampak kegiatan yang ditimbulkannya. P3 diterapkan di beberapa negara Barat sejak tahun ’70-an. Pada awal ‘70-an itu sering terdengar kontroversi tentang P3. Kontroversi ini berkisar pada pertanyaan mengapa masyarakat (pemerintah) harus membebankan biaya tambahan kepada ind...