Skip to main content

Ringkasan Chapter "Berhasil dalam Pekerjaan"

Sumber: Rezvani, Selena. 2010. The Next Generation of Women Leaders. Jakarta: PT Elex Media Komputido.

- Jangan mengejar aktivitas-aktivitas di luar jam kerja kecuali Anda telah menjalani pekerjaan Anda di level A+ (hal.126);

- Pahami industri Anda secara keseluruhan. Ikuti info-info, tren industri, jurnal-jurnal industri, pertunuukan-pertunjukan perniagaan, bergabung pada kelompok-kelompok industri;

Knowledge is power (Pengetahuan adalah kekuatan)

- Kecerdasan dapat digunakan untuk berbagai/membawakan sesuatu yang diperlukan dalam sebuah rapat. Membaca publikasi, Anda dapat terus terhubung dengan sumber-sumber berguna & melampaui berita-berita industri;

- Membaca publikasi & surat kabar yang sama dengan Bos Anda--sehingga memiliki pengetahuan yang dapat menciptakan perbincangan kecil;

- Mampu merajut industri & pengetahuan tentang pekerjaan tersebut ke dalam percakapan --> membantu meningkatkan kredibilitas Anda & menunjukkan Anda dapat dipercaya, sementara proyek maju dan berkembang;

- Jadilah kreatif dalam mencari informasi

- Networking dapat membantu pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sedang terjadi pada industri Anda, dan ide-ide yang bisa membantu dalam bisnis (ex. di sektor pertanian: pengembangan pertanian). Networking dapat berupa profesional, pemimpin, penulis, cendikiawan.

- Webinar dan konferensi. Memberi efek untuk memacu pikiran dan role-role (peran-peran) bermanfaat yang dapat Anda bawa kembali ke kantor. Efek memberi tenaga pada kita saat kita merasa lelah/ tidak memiliki inspirasi sama sekali. ( Membuat bersemangat? : lhrkautsar);

- Bergabung dengan asosiasi-asosiasi (hal. 133);

- Ikut serta dalam acara perusahaan, misalnya perlombaan dsb-nya;

- Mentransfer pengalaman yang bersifat sukarela dalam pekerjaan Anda.. dst (hal.151);

- Olahraga;

- Perluas kompentesni kultural Anda;

- Buat diri Anda lebih kompetitif;

- Aktivitas luar dapat menimbulkan semua perbedaan tersebut. (hal.155)

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Buku "The Power of Concentration: 20 Bahasa Kekuatan Konsentrasi"

Minggu, 8 Agutus 2019 Ringkasan   buku “The Power of Concentration: 20 Bahasa Kekuatan Konsentrasi” Penerbit RUMPUN. Oleh: Theron Q.Dumont. Kekuatan konsentrasi ada yang konstruktif (+) & destruktif (-). Kebiasaan adalah pencapaian mental. Keberhasilan adalah buah dari pola pikir. Ketangkasan otak menentukan hasil; kalau menunda orang lain menggantikan sehingga “kesempatan hilang”. Apabila membesarkan hati orang, maka akan terlihat sifat baik yang akan kembali ke diri kita masing-masing. KONSENTRASI PENUH akan menghubungkan Anda dengan pikiran Tuhan, Anda tidak lagi akan memiliki keterbatsan. Semakin tinggi konsentrasi, maka akan semakin tinggi kesempatan = sukses à mengatur diri dan memusatkan pikiran. Orang yang mampu berkonsentrasi adalah orang yang sibuk & bahagia. Latihan konsentrasi terbaik ialah menyimak dengan seksama orang yang berbicara. Cinta akan meningkatan kondisi fisik, social dan mental. Berbicaralah dengan pelan dan jelas. ...

DAMPAK PENGENDALIAN PENCEMARAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (Oleh: Nabiel Makarim)

 Dari Bab ke-17 Buku “Mengangkat Masalah Lingkungan ke Media Massa”/ penyunting: Atmakusumah, Maskun Iskandar, Warief Djajanto Basprie—Cet.I –Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1990.   DAMPAK PENGENDALIAN PENCEMARAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI Oleh: Nabiel Makarim Sebagian kegiatan pembangunan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Antara lain, kegiatan produksi jenis-jenis industri tertentu dapat menimbulkan pencemaran. Untuk mengatasinya, banyak negara, seperti di Indonesia menganut paham “poluters must pay principle” atau sering disingkat menjadi P3. P3 berarti pihak yang memprakarsai kegiatan pembangunan bertanggung jawab untuk membiayai pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan semua dampak kegiatan yang ditimbulkannya. P3 diterapkan di beberapa negara Barat sejak tahun ’70-an. Pada awal ‘70-an itu sering terdengar kontroversi tentang P3. Kontroversi ini berkisar pada pertanyaan mengapa masyarakat (pemerintah) harus membebankan biaya tambahan kepada ind...