Skip to main content

Posts

Showing posts with the label tanah

Erosi: Alarm Alam dan Sekolah Bumi

Ketika hujan mengguyur perbukitan yang telah gundul, dan air berlomba membawa tanah turun ke sungai, banyak dari kita menyebutnya bencana: erosi. Tanah longsor, banjir, sedimentasi. Tapi benarkah erosi adalah musuh? Ataukah ia hanyalah suara pelan dari bumi yang berkata, “Lihatlah aku. Aku butuh kamu menanami kembali.” Dalam ilmu geografi dan konservasi, erosi adalah proses alami—air, angin, atau es menggerus partikel tanah dan memindahkannya ke tempat lain. Tapi erosi yang liar dan merusak biasanya terjadi karena satu hal: hilangnya vegetasi. Akar-akarlah yang selama ini mengikat bumi agar tak tercerai-berai. Dan saat manusia menebangnya tanpa kendali, tanah pun merespons: ia pergi. Dalam pandangan ekologi, kita belajar bahwa bumi punya carrying capacity , daya dukung. Saat manusia memaksakan lebih dari itu—lahan dibuka tanpa henti, sawah dipaksa panen terus menerus, bukit dikikis demi jalan tol—maka bumi mencari cara untuk menyeimbangkan ulang. Erosi pun menjadi bagian dari meka...

Tentang Erosi

Dulu aku belajar erosi dan konservasi (MK EKT), sepertinya di Geografi UI saat S1. Tapi tidak terlalu mendalam. Menyesal karena ternyata erosi hebat dapat menyebabkan kehancuran ekologis dan hilangnya suatu peradaban. Ada buku teks yang berarti dan membuka mataku. Aku baru membacanya.  Hulu-tengah-hilir. Ini merupakan kajian yang sangat urgent.  Mudah-mudahan aku bisa menyelesaikannya. NB: Buku text "Soil Conservation" oleh Stallings (1959); dan "Ecology and Quality of Our Environment " oleh Southwick (1976)--dibahas dalam 1 kalimat bahwa Mesopotamia pernah runtuh karenanya --> buku hal.11 paling bawah: "Konservasi Tanah dan Air oleh Sinatala Arsyad (2010).

CATATAN “SUMBER DAYA TANAH DAN SIG”

Berdasarkan Buku “Geografi dan Penerapannya dalam Pembangunan Wilayah”, ada 12 dalil dari Guru Besar Geografi, Prof I Made Sandy, antara lain sbb: I.                      Tanah muka bumi adalah tempat pelaksanaan semua kegiatan manusia sekaligus pula menjadi tempat pembatasnya   II.                    Konflik antara idealism akademik dan pragmatism usaha, menjadi gawat, apabila telah menyentuh tanah muka bumi. Kearifan regulatif birokrasilah yang diharapkan bisa menyelesaikan konflik itu.   III.                  Keragaman istilah yang tumbuh dari dialek-dialek setempat atau kadang malahan bahasa setempat, untuk perbuatan hukum atas tanah yang sama, sangat berperan untuk membuat ikhwal pertanahan di Nus...

RUMUSAN Seminar Nasional “Pertanian Ramah Lingkungan (PRL) / Bogor, 29 Mei 2013

Sumber: BBSDLP. 2013. Prosiding Seminar Nasional “PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN” diterbitkan pada Desember 2013. Makalah di dalamnya merupakan hasil penelitian, ide-ide, pengalaman, maupun terobosan teknologi di bidang pemupukan dan pemulihan kesuburan tanah dari berbagai Lembaga penelitian. Ada pula terobosan teknologi produksi pupuk, seperti Pupuk Slow Release , pembenah tanah ( Soil Conditioner ), Pengelolaan hara terpadu, pupuk organik, pupuk mikro konvensional maupun dengan teknologi Nano, enkapsulasi, dsb—sangat diperlukan disaat tersebut (2013)/mungkin sekarang semakin berkembang. Topik pemulihan lahan dibahas aspek ketersediaan lahan subur yang semakin terus menurun dan berbagai terobosan pemulihan lahan terdegradasi. Adapun rumusan, yang menurut pandangan saya masih relevan (karena mungkin implementasi perbaikannya ke PRL/Pertanian Ramah Lingkungan cukup memakan waktu), ialah sbb: RUMUSAN Seminar Nasional “Pertanian Ramah Lingkungan (PRL)” Bogor, 29 Mei 2013   P...