“Sejauh-jauh burung terbang, akhirnya akan kembali jua ke sarangnya.” Fenomena ini mencitrakan bahwa mencitrakan sejauh apapun merantau, pada akhirnya akan kembali ke kampung halamannya. Namun, tahukah Anda dibalik tradisi turun-temurun yang kini kita sebut “mudik” ini, dibalik keruwetan lalu-lintas mudik yang berlangsung setiap tahunnya, terdapat suatu masalah yang belum terselesaikan. Alasan mengapa ada banyak penduduk Indonesia melakukan mudik. Meskipun positifnya, budaya mudik juga memberikan geliat ekonomi di daerah dengan cara melakukan transaksi ekonomi di daerahnya serta membagikan rezekinya pada sanak famili. Mungkinkah terjadi akibat kesenjangan? Perlu diketahui, sebagian besar mudik merupakan arus balik dari urbanisasi. Artinya semakin banyak orang yang mudik berarti pertanda arus urbanisasi tinggi. Berdasarkan data Sensu Penduduk (SP) 1990, Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995 dan Proyeksi Penduduk 2005 secara nasional pada tahun 1990, 1995, 2005 berturut-turut relatif...