Skip to main content

Quote terbaik SANG ALKEMIS (Paulo Coelho)


“Dalam hidup ini, justru hal-hal sederhanalah yang paling luar biasa; hanya orang-orang bijak yang dapat memahaminya.” (berhubungan dengan orang bijak pun juga perlu mempelajari keterampilan-keterampilan lain).

Dusta terbesar adalah “dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib.”

Satu kemahabesaran di planet ini: “siapa pun dirimu, apapun yang kau lakukan, kalau engkau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, itu hasrat yang bersumber dari jiwa jagat raya. Itulah misimu di dunia ini.”

Di masa-masa awal kehidupan, manusia sudah tahu alasan keberadaan mereka. Barangkali itu sebabnya mereka menyerah terlalu cepat—tapi memang begitulah adanya.

“Ada daya yang menghendaki engkau mewujudkan takdirmu; kau dibiarkan mencicipi sukses, untuk menambah semangatmu.”

“Tuhan telah menyiapkan jalan yang mesti dilalui masing-masing orang. Kau tinggal membaca pertanda-pertanda yang ditinggalkan-Nya untukmu.”

“Jangan lupa, segala sesuatu yang kau hadapi pusatnya hanya satu, Jangan lupakan juga bahasa pertanda-pertanda. Namun, yang paling utama, jangan lupa mengikuti takdirmu sampai pada akhirnya.”

“Rahasia kebahagiaan adalah menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes air disendokmu.”

“Kau harus tahu pasti apa yang kau inginkan.”

Kita selalu mengambil jalan memutar, tetapi kita selalu mengarah ke tujuan semula. Kau harus lebih banyak membaca tentang dunia. Buku-buku diibaratkan caravan juga, dari sudut itu. Begitulah prinsip yang mengatur segala sesuatu. Dalam alkamia, itu namanya Jiwa Dunia. Kalau kau menginginkan sepenuh hatimu, saat itulah kau berada amat dekat dengan Jiwa Dunia. Dan ini selalu merupakan daya positif. Segala sesuatu di bumi ini terus-menerus bertransformasi, sebab bumi ini hidup… dan memiliki jiwa. Kita bagian dari jiwa itu, itu sebabnya kita jarang menyadari bahwa jiwa ini bekerja untuk kita.”

“Hanya orang-orang yang TEGUH HATI, dan bersedia belajar secara mendalam, bisa mencapai Karya Agung ini.”

“Sebab aku tidak hidup di masa lalu ataupun masa depan. Aku hanya tertarik pada saat ini. Berbahagialah orang yang bisa berkonsentrasi saat ini”.

Orang-orang mudah terpesona oleh gambar-gambar dan kata-kata, hingga pada akhirnya mereka melupakan Bahasa Dunia.

Setiap hari adalah untuk dijalani, atau untuk menandai kepulangan kita dari dunia ini. Segalanya bergantung pada satu kata: ‘Maktub’.

“Kalau seseorang sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, seisi jagat raya bahu-membahu membantu orang itu mewujudkan impiannya.”

“Hanya orang-orang yang telah melihat tanda-tanda kehidupan akan sanggup menemukan harta karun.”

Fatima wanita gurun. Dia tahu kaum pria harus pergi dan akan kembali. Dia telah memiliki harta karunnya sendiri: dirimu. Sekarang dia mengharapkan engkau menemukan apa yang kau cari-cari selama ini. Wanita gurun tahu dia mesti menunggu suaminya. Yang menahanmu di oasis adalah rasa takutmu sendiri. Cinta tak pernah menghalangi orang mengejar takdirnya. Kalau dia melepaskan impiannya, itu karena cintanya bukan cinta sejati.. bukan cinta yang berbicara Bahasa Dunia.
Orang dicintai karena dia memang dicintai. Tak perlu ada alasan untuk mencintai.

“Hanya ada satu cara untuk belajar”, sahut sang Alkemis. “Melalui tindakan. Segala seuatu yang kau ketahui telah kau pelajari melalui perjalananmu. Tinggal satu hal yang perlu kaupelajari. (yaitu) mereka sekadar mencari emas—mereka mencari harta yang ditakdirkan bagi mereka, tapi tidak mau menjalani takdir itu.”

Dengarkan suara hatimu. Hatimu tahu segalanya, sebab hatimu berasal dari Jiwa Dunia, dan suatu hari nanti akan kembali ke sana. Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita? Dimana hatimu berada, di situlah hartamu berada.

“Setiap detik pencarian adalah pertemuan dengan Tuhan.”
Tuhan bersemayam di dalam diri semua orang yang bahagia.

“Sebelum mimpi bisa terwujud, Jiwa Dunia menguji segala sesuaitu yang telah kita pelajari sepanjang jalan. Agar selain mewujudukan impian-impian kita, kita juga menguasai pelajaran-pelajaran yang kita peroleh dalam proses mewujudkan impian itu. Dan di titik inilah kebanyakan orang biasanya menyerah.“

“Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan bagi si pemula. Dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang”.

Kalau kau punya harta berharga, kaucoba menceritakannya pada orang-orang lain, jarang sekali yang percaya pada ucapanmu.

Alkamia intinya ialah tentang menembus ke dalam Jiwa Dunia dan menemukan harta yang telah disediakan bagimu.

Siapapun yang campur tangan dalam takdir orang lain tidak akan pernah menemukan takdirnya sendiri.

“Jangan menyerah dengan pada rasa takutmu. Kalau kau menyerah, kau tidak akan bisa berkomunikasi dengan hatimu. Hanya satu hal yang membuat orang tak bisa meraih impiannya: takut gagal.”

“Biasanya justru karena takut matilah orang jadi lebih sadar akan hidup mereka.”

“Para alkemis menunjukkan bahwa kalau kita berusaha menjadi lebih baik, segala sesuatu di sekitar kita akan ikut menjadi lebih baik.”

Cinta adalah daya yang mengubah dan memperbaiki jiwa dunia. Kita yang merawat Jiwa Dunia itu, dan kita pulalah yang menentukan apakah dunia tempat tinggal kita menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Apa yang terjadi satu kali tidak bakal terjadi lagi. Tapi apa yang terjadi dua kali, pasti akan terjadi untuk ketiga kali.

“Setia orang di dunia ini, apapun pekerjaannuya, memainkan peran penting dalam sejarah dunia. Dan biasanya orang itu sendiri tidak menyadarinya.”

Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Mendapatkan data geografi?

Jawabannya adalah data geografi dapat diperoleh dari berbagai sumber, tergantung pada jenis data yang dibutuhkan dan tujuan Anda. (Menurut saya, Analisis seseorang bisa dibilang semakin kuat, apabila data/informasi yang didapatkan akurat & lengkap dan dapat menganalisisnya sesuai dengan tujuan, dan akan lebih baik lagi dengan berbagai sudut pandang) Pada umumnya, terbagi data primer dan data sekunder, antara lain: 1. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung (ke lapangan), biasanya untuk validasi atau kroscek data sekunder. 2. a. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak kedua, dst. Perlu dikroscek.  2.b. Menurut hemat saya, data geografi pun dapat diperoleh melalui mix sekunder maupun primer. Beberapa penyedia data antara lain: Pemerintah : Banyak pemerintah memiliki badan atau lembaga yang mengumpulkan, mengelola, dan menyediakan data geografi. Misalnya, di banyak negara, badan survei atau badan statistik nasional biasanya menyediakan data geospa...

"The Influence of PT Natarang Mining's Gold Mining Activities on Population Livelihood Patterns"

"The Influence of PT Natarang Mining's Gold Mining Activities on Population Livelihood Patterns"   By: LHR Kautsar   Indonesia is threatened! The country of the world's lungs has now turned into the fastest destructive country in the world! That's what the Guinness Book of Records revealed. Based on forest cover mapping by the Indonesian government assisted by the World Bank (2000), there was an increase in the rate of deforestation from 1.7 million Ha/year (1985-1997), to 2.83 Ha/year (1997-2000), continuing to 15.15 million Ha/year (2000-2009). This change in forest "cover" is caused by human activity. Starting from illegal logging, land clearing due to the emergence of industry, forest conversion to agriculture, plantations to land clearing or conversion of forests for the mining industry. Yes, almost all mines in Indonesia cut down forests to set up mining businesses, and this then has an impact on the environment. It is fate that eve...

Sekilas Pertanian Presisi di Kanada dan Amerika Serikat (US) yang Bagaikan Science-Fiction!

Source from: https://earthobservatory.nasa.gov/features/PrecisionFarming   Imagine you are a farmer riding along in your 50,000-acre wheat field early in the growing season. You push a button on your tractor to turn on its Global Positioning System (GPS) monitor, which pinpoints your exact location to within one meter. Touching another button, you display a series of Geographical Information System (GIS) maps that show where the soil in your field is moist, where the soil eroded over the winter, and where there are factors within the soil that limit crop growth. Next, you upload remote sensing data, collected just yesterday, that shows where your budding new crop is already thriving and areas where it isn’t. You hit SEND to upload these data into an onboard machine that automatically regulates the application of fertilizer and pesticides—just the right amount and exactly where the chemicals are needed. You sit back and enjoy the ride, saving money as the machines do most of ...